DUNIA BURUNG HANTU

 Burung Hantu - Selain jenis elang dan jenis alap-alap, burung hantu adalah merupakan salatu jenis burung pemangsa anggota dari keluarga Strigiformes yang berburu pada waktu malam hari. Seluruhnya, terdapat sekitar 244 spesies yang telah diketahui, yang menyebar di seluruh dunia kecuali Antartika, sebagian besar Greenland, dan beberapa pulau-pulau terpencil. Di dunia barat, burung hantu dianggap simbol kebijaksanaan, tetapi di beberapa tempat di Indonesia dianggap pembawa pratanda maut, sehingga masyarakat menyebutnya dengan nama burung hantu.


Burung hantu dikenal karena matanya yang besar dan menghadap ke depan, tak seperti pada umumnya jenis burung lain yang matanya berada di samping. Burung ini dikategorikan burung pemangsa karena memiliki paruh yang bengkok tajam seperti seperti elang CHEelang IBEautralian hobby atau falco subboteo dan susunan bulu di kepala yang membentuk lingkaran wajah, tampilan "wajah" burung hantu ini demikian mengesankan dan kadang-kadang menyeramkan. Apalagi leher burung ini demikian lentur sehingga wajahnya dapat berputar 180 derajat ke belakang. Meski begitu tidak di semua tempat di Indonesia disebut sebagai burung hantu. Misalnya di pulau jawa, burung ini disebut dengan nama dares atau manuk dares yang tidak ada kaitannya dengan kematian atau hantu.

Sedangkan di Sulawesi Utara, burung hantu dikenal dengan nama Manguni. Ekor burung hantu umumnya pendek, namun sayapnya besar dan lebar. Rentang sayapnya mencapai sekitar tiga kali panjang tubuhnya. Kebanyakan jenis burung hantu berburu di malam hari, meski sebagiannya berburu ketika hari remang-remang di waktu subuh dan sore (krepuskular) dan ada pula beberapa yang berburu di siang hari.

Mata yang menghadap ke depan, sehingga memungkinkan mengukur jarak dengan tepat; paruh yang kuat dan tajam; kaki yang cekatan dan mampu mencengkeram dengan kuat; dan kemampuan terbang tanpa berisik, merupakan modal dasar bagi kemampuan berburu dalam gelapnya malam. Beberapa jenis bahkan dapat memperkirakan jarak dan posisi mangsa dalam kegelapan total, hanya berdasarkan indra pendengaran dibantu oleh bulu-bulu wajahnya untuk mengarahkan suara. Sarang terutama dibuat di lubang-lubang pohon, atau di antara pelepah daun bangsa palem.

Beberapa jenis juga kerap memanfaatkan ruang-ruang pada bangunan, seperti di bawah atap atau lubang-lubang yang kosong. Bergantung pada jenisnya, bertelur antara satu hingga empat butir, kebanyakan berwarna putih atau putih berbercak. Burung hantu berburu aneka binatang seperti serangga, kodok, tikus, dan lain-lain. Sehingga sangat wajar jika burung hantu dijadikan sebagai pembasmi hama oleh para petani. Karena tingkat keefektifan jauh lebih besar ketimbang menggunakan racun tikus.




Comments